Assalamu Alaikum Wr.Wb. dan Salam Sejahtera....Selamat Datang di Rumah Diana "Jule" Zulaika....Mari Kita Berbagi Demi Indonesia Sejahtera dan Mandiri
Tampilkan postingan dengan label ESQ News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ESQ News. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Maret 2011

Resiko Memaafkan

Memaafkan itu indah
Memaafkan itu Sedekah
Memaafkan itu mengundang Maghfirah-Nya
Memaafkan itu mengundang Rahmah-Nya

Memaafkan itu nikmat
Memaafkan itu lezat
Memaafkan itu melapangkan perasaan
Memaafkan itu melapangkan kesusahan

Memaafkan itu membuka pintu-pintu cinta
Memaafkan itu membuka pintu-pintu dunia
Memaafkan itu membuka pintu-pintu bahagia
Memaafkan itu membuka pintu-pintu surga

Memaafkan itu melepaskan masalah
Memaafkan itu melepaskan rasa resah
Memaafkan itu melepaskan rasa serba salah
Memaafkan itu melepaskan lelah

Memaafkan itu melancarkan pernapasan
Memaafkan itu melancarkan hubungan
Memaafkan itu menambah ketampanan
Memaafkan itu menambah kejelitaan

Memaafkan itu mengikhlaskan
Memaafkan itu menyehatkan
Memaafkan itu mendewasakan
Memaafkan itu mencerdaskan

Memaafkan itu membersihkan diri
Memaafkan itu mengundang rejeki
Memaafkan itu menenangkan hati
Memaafkan itu mengundang ridho Ilahi

Dengan demikian,
jangan lagi kita mengatakan :
"Huh,enak banget dong kalau dia gue maapin, enek di die gak enak di gue..."
Lho?
Astaghfirullaahal'azhiim...

Wallahu alam

Antara Pikiran Sadar, Critical Area, Pikiran Bawah Sadar, Pikiran Tidak Sadar, dan Pikiran Supra Sadar

Bismillaahirrohmaanirrohiim...

Tulisan ini belum tentu benar karena "Kebenaran itu hanya dari Allah". Tapi tulisan ini coba-berusaha untuk lebih dekat lagi kepada kebenaran, maka ucapan "Ihdinash Shiroothol Mustaqiim" tidak luput kuucapkan di setiap sholatku. Insya Allah, Alhamdulillah.

Berikutnya, karena keterbatasan saya memahami istilah-istilah NLP, jadi saya buat tulisan ini dengan istilah-istilah yang saya pahami saja. Kalau ada istilah NLP yang saya gunakan lalu kurang tepat, maka mohon dimaafkan saja ya Sahabat TCH. Ingat selalu motto TCH adalah "Memaafkan itu Indah". :)

Mari kita mulai...

Di dalam Al-Quran kita disuruh berfikir oleh Allah SWT tentang penciptaan semesta ini, tentang diri ataupun di luar diri. Dan uniknya di Al-Quran, perangkat untuk berpikir itu adalah Hati, tepatnya Hati bagian Qolbu (Q.S. 7 :179) dan tidak menyebutkan bahwa "Otak" adalah tool   untuk berpikir. Bahkan kata "Otak" pun tak pernah muncul di dalam Al-Quran. Dan Al-Quran, tak mungkin luput menceritakan kehebatan Otak kalau lah memang Otak itu memiliki banyak Kehebatan. Bagi saya Otak itu adalah "Bayangan Sang Hati", apa yang bisa kita dapatkan dari sekedar bayangan? Bayangan di atas bayangan? Fana di atas Fana?

Sinergi Kecerdasan

Bismillahirrohmaanirrohiim....

Secara Sederhana, manusia memiliki 3 macam kecerdasan, yaitu :

1. IQ, kecerdasan intelejensi. Terkait erat dengan otak kiri, Hitung-hitungan, Analisa, Teratur, Teliti, Kurang Rileks, apa adanya, takut berubah. Biasanya IQ dihubungkan dengan KEMAMPUAN seseorang.

2. EQ, kecerdasan emosi. Terkait erat dengan otak kanan, kreatifitas, senang, bebas, tak terduga, imajinatif, ada-ada saja, sering berubah. Biasanya EQ dihubungkan dengan Hasrat atau KEMAUAN seseorang.

3. SQ, kecerdasan spiritual. Terkait erat dengan bathin, invisible, tidak terpengaruh otak kiri ataupun otak kanan, pengendali otak, penyeimbang otak, ada apanya, istiqomah. SQ kadang tampak berpihak pada otak kiri, tapi kadang tampak berpihak ke otak kanan. Biasanya SQ dihubungkan dengan totalitas seseorang dalam berpedoman kepada nilai-nilai kebenaran yang diyakiniya.

Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional mencakup pengendalian diri, semangat, dan ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustrasi, kesanggupan untuk mengendalikan dorongan hati dan emosi, tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stress tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, untuk membaca perasaan terdalam orang lain (empati) dan berdoa, untuk memelihara hubungan dengan sebaik-baiknya, kemampuan untuk menyelesaikan konflik, serta untuk memimpin diri dan lingkungan sekitarnya. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada anak-anak. Orang-orang yang dikuasai dorongan hati yang kurang memiliki kendali diri, menderita kekurangmampuan pengendalian moral.
Goleman (1997), mengatakan bahwa koordinasi suasana hati adalah inti dari hubungan sosial yang baik. Apabila seseorang pandai menyesuaikan diri dengan suasana hati individu yang lain atau dapat berempati, orang tersebut akan memiliki tingkat emosionalitas yang baik dan akan lebih mudah menyesuaikan diri dalam pergaulan sosial serta lingkungannya. Lebih lanjut Goleman (1997) mengemukakan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan lebih yang dimiliki seseorang dalam memotivasi diri, ketahanan dalam meghadapi kegagalan, mengendalikan emosi dan menunda kepuasan, serta mengatur keadaan jiwa. Dengan kecerdasan emosional tersebut seseorang dapat menempatkan emosinya pada porsi yang tepat, memilah kepuasan dan mengatur suasana hati.

Gadis Bandung & Pupuk Formula Sayuran Biji_GIH Foundation(Posko Hijau)

Gadis Hijau Di PAMERAN Tanaman Hias_GIH Foundation (Posko Hijau)